Waspada, Pria Palsu Ini Bawa Kabur 7,5 Ton Jengkol Warga Bengkulu Selatan”

1405 views

LINTASBENGKULU. COM,  BS – Waspada, serta hati-hati jika anda seorang pengusaha yang ingin mengirimkan barang melalui jasa Ekspidisi kalau tidak ingin bernasib sama seperti yang dialami Baktiar (44), seorang pengusaha Jengkol warga asal Kelurahan Gunung Ayu, Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan ini.

Dia Baktiar mengalami kerugian berkisar 75 juta rupiah karena 1  truk Jengkol yang dikirimnya ke Kota Bandung melalui jasa ekspidisi ini di bawa kabur oleh supir truk yang identitas dirinya semua dipalsukan itu.

Data terhimpun,  rencananya satu truk jengkol seberat 7,5 ton yang diberangkatkan dari Kota Manna pada Jumat (23/09/17) pekan lalu tersebut akan dikirim ke Pasar Caringin, kota Bandung,  Jawa Barat dengan menggunakan jasa salah satu ekspidisi. Namun hingga kini 7,5 ton jengkol yang di angkut mobil truk BD H 1508 UG oleh yang bernama Suparman pada KTPnya ini tidak kunjung sampai juga.
“Pada Sabtu malam minggunya saya kontak nomor telpon supirnya masih aktif dan ia mengatakan kalau dia ada diposisi wilayah Lampung. Namun pada hari Minggunya dia supir truk yang mengaku bernama Suparman ini tidak aktif lagi hingga hari ini,” kata Baktiar.
Sementara Kapolres BS AKBP Ordiva SIK melalui Kasatreskrim Iptu A Khairuman, kepada wartawan menerangkan,  kalau semua identitas  supir truk yang di KTPnya beralamat di Jalan Merbau Plamongan Kota Semarang, dengan nomor rumah yang ditulis tangan tidak jelas itu adalah palsu. Begitu juga Nama dan Alamat pada SIM,  serta STNK mobil truk itu palsu, jelas Kasat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian Polsek Gajah Mungkur,  Polrestabes Semarang. Semua identitas yang diberikannya kepada ekspidisi itu palsu semua.
Data yang dipalsukan ini sudah kami kirim,  dan ternyata juga STNK itu tidak sesuai dengan plat nomor kendaraan. Sementara pelaku sudah kita tetapkan DPO (Daftar Pencarian Orang),” kata A Khairuman.
Kasat mengimbau kepada para pengusaha yang menggunakan jasa ekspidisi ini agar hati-hati. Modus seperti ini bisa saja terulang kembali, demikian imbau Kasat Res Polres BS.  (tom)

Related Post

loading...