Waspada…! Tindak Kejahatan Hipnotis Marak Terjadi di Bengkulu Selatan

by
Korban sebelumnya menuju tukang jahit baju terlihat berjalan kaki sendiri

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Akhir-akhir ini tindak kejahatan Hipnotis kerap terjadi di wilayah hukum (wilkum) Polres di Bengkulu Selatan. Sabtu (23/02/2019) pagi menjelang siang, korban hipnotis dialami Mada (59) warga desa Batu Lambang Kecamatan Pasar Manna.

Kejadian ini sekira pukul 11.01 WIB Sabtu kemarin, dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) persis didepan Gang Damak yaitu samping ruko Jimas Group.

Data terhimpun, adapun modus operandi pelaku menghipnotis korbannya dengan berpura-pura bertanya untuk mengantarkan undangan ke alamat orang yang tidak dikenal. Saat itulah korban disuruh masuk kedalam mobil pelaku dan tanpa sadarkan diri korban melepas emas yang menempel di badannya.

Dalam rekaman CCTV milik JImas Group, terlihat korban berjalan kaki sendiri lalu dihampiri pelaku. Sebelumnya terlihat juga pelaku yang menggunakan mobil R3 warna putih yang plat nomor polisinya ditutupi tersebut parkir didepan gang Damak dan sengaja menunggu korbannya lewat.

Melihat pelakunya berjalan kaki sendiri masuk ke arah gang Damak, pelaku pun menjalankan mobilnya kembali dan menghampiri korban lalu diajak masuk kedalam mobil. Tanpa sadarkan diri korban pun mengikuti permintaan pelaku dan masuk kedalam mobil R3 warna putih itu. Rupanya korban yang tak sadarkan diri terkena hipnotis ini, saat berada didalam mobil, ia menuruti semua permintaan pelaku dengan melepas kalung emas 24 K, seberat 10 gram, liontin 1 gram dan cincin emas 24 K seberat 5 gram. Sebanyak 16 gram emas milik Mada pun raib dibawa kabur pelaku.

Menurut keterangan korban kepada Yeyen (Pemilik Jimas Group), saat itu pelaku pura-pura bertanya kepada korban untuk mengantarkan undangan. Setelah tidak lama kemudian korban diajak masuk kedalam mobil dan menuruti semua permintaan pelaku yang berjumlah 2 orang itu.

“Awalnya begitu, pura-pura ngantar undangan. Kalung dan cincin ibu Mada itu diambil semua oleh pelaku,” kata Yeyen kepada lintasbengkulu.com.

Saat masuk kedalam mobil lanjut cerita Yeyen, untuk melucuti emas korbannya itu pelaku beralasan di dalam mobilnya tersebut ada setrum, sehingga harus melepas semua emas yang ada di badan korbannya, korban pun menurutinya.

“Ibu Mada ini pun menuruti permintaan mereka itu. Lalu cincin dan kalung emas ibu Mada di letakan diatas tisu dan di bungkuskan. Saat turun dari mobil dan membuka kembali bungkusan tisu tadi ternyata kosong. Cincin dan kalung emasnya tidak ada lagi, hanya bungukusan tisu sebanyak 6 lembar,” terang Yeyen.

Tidak hanya Ibu Mada yang menjadi korban hipnotis pada Sabtu (23/02/2019) kemarin itu. Hal serupa juga di alami Ghidut (65) warga Jalan A Yani Pasar Manna. Kejadian yang menimpa Ghidut ini sekira pukul 09.01 WIB sebelum terjadi pada korban Mada.

“Sebelumnya sekitar pukul 09.01 WIB didepan Puskesmas M Taha jalan Ayani. Juga orang Batu Lambang aslinya, tapi tinggal di jalan A Yani. Namanya Ghidut,” kata Yeyen.

Informasi diperoleh media ini, sebelum kejadian, beberapa warga melihat mobil R3 warnah putih ini terlihat mondar mandir di depan tebat rukis. (tom)