Yevri: Pengerjaan Jalan Hotmix Sebaiknya Dikerjakan oleh Perusahaan Bonafit

by

LINTASBENGKULU.COM, BS – Terkait pekerjaan jalan Hotmix yang dikerjakan terkesan
asal-asalan. Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, mengharapkan kedepannya pengerjaan jalan hotmix di Kabupaten Bengkulu Selatan ini sebaiknya dikerjakan oleh perusahaan yang betul-betul bonafit. Hal ini disampaikannya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (29/01/18).

Menurut Yevri, pekerjaan jalan Hotmix yang terkesan asal jadi itu sudah sejak tahun 2015 yang lalu, dan hingga tahun 2017 kemarin, pekerjaan jalan hotmix di  Kabupaten Bengkulu Selatan ini tetap saja terkesan asal-asalan.

“Saya sudah banyak mendapat laporan  dari masyarakat mengenai pengerjaan jalan hotmix yang terkesan asal-asalan itu, seperti laporan warga di Trans Karang Cahyo, Kecamatan Pino Raya. Bahkan untuk yang di Padang Nibung Kecamatan Bunga Mas, sudah saya cek langsung kelapangan,” kata Ketua DPRD BS.

Mulai tahun 2015, 2016 dan tahun 2017 pekerjaan jalan hotmix di Kabupaten Bengkulu Selatan ini  terkesan asal-asalan. Dan ini terbukti dengan adanya temuan beserta hasil audit BPKP, jelas Yevri.

Dengan pekerjaan yang terkesan asal-asalan itu, tutur Yevri, tentunya sangat merugikan daerah dan masyarakat  Bengkulu Selatan khususnya. Hal ini sangat disayangkan karena juga berdampak pada predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang akan diraih Pemkab BS, ujarnya.

“Saya yakin, dengan adanya temuan kelebihan bayar dari laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPKP
pada pekerjaan jalan HotmiX pada tahun 2017 ini nanti, Bengkulu Selatan dipastikan tidak akan meraih
predikat WTP,” ucap Yevri.

Ketua DPRD BS ini menyayangkan, pekerjaan jalan hotmix yang dikerjakan pada tahun 2017 yang lalu tersebut masih saja dikerjakan oleh orang-orang-orang yang bermasalah di tahun 2016. Oleh Sebab itu kata dia, untuk kedepannya proyek jalan hotmix di kabupaten BS ini harus dikerjakan oleh orang yang perusahaannya benar-benar bonafit.

“Selain orangnya yang profesional dalam pekerjaan tersebut, artinya juga material serta peralatan dan
faktor pendukung lainnya harus siap dan harus betul-betul dimiliki oleh perusahaan pemenang
lelang,” tegas Yevri Sudianto.

Terkait adanya laporan masyarakat dan hasil pantauannya dilapangan, pihak legislatif dalam
hal ini secara kelembagaan akan merekomendasikan kepada BPKP untuk mengaudit seluruh
pekerjaan jalan hotmix yang diduga dikerjakan asal-asalan.

“Kita lihat perkembangan dari hasil audit BPKP setelah habis masa pemeliharaannya nanti,”
tegas Yevri Sudianto. (tom)