Eksekutor Pencuri Nasabah Bank Tewas

by

Lintasbengkulu.cim, Bengkulu Selatan – Salah seorang dari 4 pelaku pencurian nasabah Bank yang tertangkap di Kabupaten Bengkulu Selatan pada Selasa (19/03/2019) bebeapa hari yang lalu, yakni Ahmad Rifai (31) akhirnya meninggal dunia.

Kapolres BS AKBP Rudy Purnomo SIK memberikan bantuan belasungkawa

Almarhum meninggal dunia setelah mendapat perawatan secara intensif selama 3 hari di RSUD HD Kota Manna sekira pukul 17.35 WIB, Kamis (21/03/2019) sore.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Rudy Purnomo SIK MH, melalui Kasat Reskrim AKP Enggarsah Alimbaldi, SH SIK mengatakan, saat kejadian penangkapan almarhum Ahamad Rifai sempat di kroyok masa, sehingga korban mengalami sakit dan di di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Hasanuddin Damrah (RSUD-HD) Kota Manna. Namun almarhun akhirnya meninggal dunia pada Kamis Sore kemarin, terang Kasat Reskrim Enggarsah Alimbaldi.

Enggarsah menjelaskan, saat penangkapan terhadap empat pelaku ini, salah satu tersangka yaitu, Ahmad Rifai ini sempat di kroyok masa, sehingga harus di larikan ke rumah sakit untuk di rawat. “Namun almarhum tidak tertolong. Setelah dirawat secara intensif di rumah sakit selama lebih kurang 3 hari, sekira pukul 17.35 WUB. Ahmad Rifai menghembuskan nafas terkahirnya,” jelas Kasres.

Sekira pukul 11.30 WIB menjelang siang, jenazah almarhumalmarh Rifai dijemput dan di bawa pulang oleh pihak keluarga ke tanah kelahirannya di Kecamatan Kayu Agung desa Mesuji Kabupaten Oki Palembang untuk di makamkan.

Atas meninggalnya salah seorang tersangka spesialis pencurian nasabah Bank ini, dari pihak kepolisian Mapolres Bengkulu Selatan memberikan bantuan bela sungkawa. Bantuan bela sungkawa ini langsung diserahkan oleh Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Rudy Purnomo SIK MH kepada orang tua almarhum.

Sekedar mengingatkan, almarhum Ahmad Rifai ditangkap saat akan melakukan eksekusi pencurian uang nasabah Bank sebesar Rp 100 juta yang ada didalam mobil salah satu korban dari 4 TKP di Kota Manna, yakni di jalan A Yani Kecamatan Pasar Manna.

Diduga karena selama ini telah membuat warga di Kabupaten Bengkulu Selatan ini resah atas ulah komplotan ini, sehingga warga pun ramai-ramai berdatangan dan mengejar lalu memukuli pelaku.

“Beruntung saat itu anggota kita yang lainnya cepat datang ke TKP dan berhasil menyelematkan tersangka. Kalau tidak cepat di selamatkan dari keroyokan masa tersebut, bisa jadi saat itu tewas di tempat,” ungkap Enggarsah Alimbaldi. (Tom).