Harga Sawit Turun “Pemkab BS Panggil Dua Pabrik CPO”

by
Pihak Manajemen Perusahaan yang hadir saat rapat bukan pemngku penentu kebijakan

LINTASBENGKULU.COM, BS – Akhir-akhir ini harga TBS (Tandan Buah Segar ) kelapa sawit di kabupaten Bengkulu Selatan semakin merosot. Dengan turunnya harga TBS sawit yang cukup dirasakan para petani sawit ini sehingga mengharuskan pihak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan memanggil paksa dua Perusahan crude palm oil  (CPO) di daerah ini. Kedua perusahan CPO tersebut yaitu PT BSL (Bengkulu Selatan Lestari) dan PT SBS (Sinar Bengkulu Selatan)

“Iya benar, hari ini kami memanggil 2 Perusahan CPO di Bengkulu Selatan. Pemanggilan ini terkait harga TBS yang cendrung akhir-akhir ini mengalami penurunan harga,” kata Plt Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, SE kepada awak media.

Gusnan menuturkan, dari hasil penelusurannya, harga sawit di Bengkulu Selatan lebih rendah dibandingkan dengan harga sawit di Kabupaten tetangga. “Selisihnya sekitar dua ratus rupiah perkilogram,” tuturnya

Dengan selisih cukup lumayan besar ini, pada pertemuannya diruang kerja Plt Bupati, Gusnan meminta kepada kedua perusahaan itu untuk menjelaskan basic price harga Interasional, mulai dari harga di Pulau Bai, harga Astra dan harga Nasional. Namun kedua pihak perusahaan bungkam alias tidak ingin terbuka mengenai harga reel sebenarnya, mulai dari harga daerah hingga harga nasional.

Sehubungan dengan rendahnya harga TBS di Bengkulu Selatan ini, Gusnan meminta kepada perusahaan harus jujur dan berani untuk menyamakan harga dengan perusahaan-perusahaan yang ada diwilayah Provinsi Bengkulu.

“Kalau mereka ini tidak berani menyakan harga, bearti mereka tidak jujur dan pasti ada hal-hal yang disembunyikan,” kata Gusnan.

Plt Bupati BS mewarning, kalau dua perusahan ini tidak berani menyamakan harga dengan perusahan yang ada di Kabupaten tetangga seperti Kaur, Seluma dan Bengkulu Utara, maka Perusahan CPO PT BSL dan PT SBS harus membuat pernyataan ketidak sanggupan mereka.

“Kalau mereka nanti tidak berani, maka mereka harus membuat surat pernyataan ketidak sanggupan . Saya akan cari Investor, selanjutnya saya akan kumpulkan seluruh juragan sawit, seluruh pemilik Ram-Ram sawit. Kemudian saya akan minta para juragan dan pemilik Ram sawit ini nanti membuat pernyataan kemitra-mitra mereka untuk bekerjasama dengan sistem kontrak jangka panjang. Kita tinggalkan perusahaan yang menzalimi masyarakat,” tegas Plt Bupati Bengkulu Selatan.

Gusnan juga menegaskan, kepada kedua perusahaan untuk segera melakukan rapat manajemen secepatnya. “kalau bisa sebelum lebaran sudah ada kabar baik dari mereka,” demikian Gusnan.(tom)