Ini Kronologis Pembacokan Pemuda Kota Manna Oleh Warga Desa Ketaping Tersebut

by

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Syaiful (21) bin Zulkarnain, pemuda warga jalan Serma Wahid, Kelurahan Ibul, belakang Puskesmas Kota Manna ini bersimbah darah dan terkapar setelah beberapa bagian tubuhnya terkena sabetan senjata tajam secara berulang kali oleh terduga pelaku yaitu DD (19) warga Desa Ketaping, Kecamatan Manna, Bengkulu Selatan.

Rojes saat di rawat di RS Asyifa Kota Manna

Akibat kejadian tersebut, korban harus dilarikan ke RSUD-HD Kota Manna karena mengalami luka tusuk pada dada kanan yang menyebabkan beberapa tulang rusuk patah/putus, luka robek pada tangan kanan dan luka robek pada punggung. Saat ini korban masih dirawat secara intensif di RSUD Hasanudin Damrah Kota Manna. Info terkahir di didapat media ini, korban akan di rujuk ke Palembang. Kejadian ini sekira pukul 20.02 WIB, Sabtu (22/03/2919 malam.

Informasi sementara di peroleh lintasbengkulu.com, mengenai kronologis kejadiannya, yaitu berawal dari pelaku berinisial DD warga desa Ketaping ini mendatangi tempat tinggal korban dengan tujuan ingin menjemput anaknya. Namun oleh korban tidak di perbolehkan sehingga terjadi cekcok mulut antar keduanya.

Data terhimpun, DD ini menikah dengan adiknya Syaiful, tapi saat ini sedang pisah ranjang. Nah, pada Sabtu petang kemarin, rupanya Syaiful ini mendatangi rumah DD di desa Ketaping, dengan maksud agar pelaku tidak lagi mengganggu adiknya.

Disinilah sepertinya terjadi puncak amarah pelaku DD, sehingga tidak berselang lama pelaku pun mengambil sebilah pisau dirumahnya dan mendatangi korban yang saat itu sedang duduk-duduk di Taman Merdeka Tanah Lapang Kota Manna, kata Herman Lufti, menceritakan kepada lintasbengkulu.com, Minggu (23/93/2019).

Pasca sebelum kejadian itu lanjut cerita Herman Lufti, bahwa dirinya sempat di telpon orang tua pelaku untuk menghalangi DD agar jangan sampai terjadi peristiwa berdarah tersebut. Namun saat Herman Lufti sampai di lokasi kejadian, peristiwa berdarah itu sudah terjadi. “Sempat saya panggil DD dan beberapa temannya itu, namun mereka lari usai kejadian itu,” terang Lufti.

Untuk kakak DD yakni Rojes, yang jari tengah dan jari telunjuknya putus tersebut imbuh Lufti, diduga akibat terkena sabetan pisau pelaku DD pasca hendak melerai. “Karena sebelumnya, Rojes, kakak dari DD ini juga di telpon oleh orang tuanya untuk menghalangi agar jangan sampai terjadi peristiwa tersebut ,” ungkap Nga Lufti.

Sementara Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Rudy Purnomo SIK MH, melalui Kapolsek Kota Manna, AKP Tasrin membenarkan telah terjadi peristiwa berdarah pada Sabtu malam itu.

“Iya benar ada kejadian berdarah itu, korbannya yaitu Syaiful, warga Jalan Serma Wahid belakang Puskesmas Kota Manna. Sebelum kejadian tersebut, korban sedang duduk-duduk santai di Taman Merdeka, tiba-tiba datang pelaku dan kangsung membacok korban. Atas kejadian tersebut korban mengalami luka robek pada tangan kanan, pada punggung dan dada kanan. Saat ini korban masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit,” kata Kapolsek.

Laporan dari orang tua korban sudah kita terima hari ini dan akan ditindaklanjuti. Terlapornya yakni DD, pungkas Tasrin. (Tom)